Tampilkan postingan dengan label photoshop. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label photoshop. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Oktober 2012

Cara membuat efek hitam putih pada background foto pada Photoshop

Buka foto yang mau kamu edit ke Photoshop.


Tekan CTRL+J untuk menduplikat layer.



Kita pilih perangkat untuk menyeleksi. Kalian bisa menggunakan apa saja, seperti Pen Tool atau Magnetic Lasso Tool. Tapi sebagai contoh aku menggunakan Pen Tool. 






Selanjutnya kita membuat path yang mengelilingi objeck.
 


Lalu, klik kanan. Pilih 'Make a Selection'. Maka itu akan membuat seleksi dengan sendirinya.
 
 
 
 
 Lalu apabila tampilan seperti ini muncul. Setting seperti dibawah.






Selanjutnya, klik Layer > New Adjustment Layer > Gradient Map. 





Apabila masih ada gambar yg belum terdeksi (maksudku belum terkena efek hitam putih) kita klik Magnetic Lasso Tool. Kita buat seleksi pada bagian itu. 







Langkah terakhir. Sama seperti langkah sebelumnya, klik Layer > New Adjustment Layer > Gradient Map.






Ini hasilnya sob.


Selamat mencoba sob.

sumber: http://dunia-googel.blogspot.com/2011/12/postinganku-kali-ini-menjelaskan-kalian.html


 

Jumat, 19 Oktober 2012

Kegunaan Tool Yang Ada Pada Photoshop

Tool-tool Photoshop.
Banyak sekali tool-tool yang terdapat pada photoshop dan setiap tool mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Untuk mengetahui apa saja tool-tool yang ada pada photoshop, silakan perhatikan gambar di bawah.


Keterangan:

Rectangular Marquee Tool
Gunakan rectangular marquee tool untuk memotong gambar dalam bentuk kotak. Gunakan menu Select -> Transform Selection untuk mengubah seleksi dan menu Select -> Feather untuk mengatur ketajaman pinggiran potongan.

Elliptical Marquee Tool
Digunakan untuk membuat seleksi elips atau lingkaran. Anda dapat menggunakan Select -> Transform Selection (atau klik kanan) untuk mengubah bidang yang mau diseleksi. Gunakan menu Select -> Feather untuk mengatur ketajaman tepi gambar. Gunakan Select -> Inverse untuk membalik seleksi.

Lasso Tool
Seleksi ini digunakan untuk menyeleksi bentuk bebas dengan mouse.

Polygonal Lasso Tool
Polygonal Lasso Tool digunakan untuk menyeleksi gambar yang memiliki tepi garis lurus, misalnya piramida pada gambar 2.5. Jika tombol Alt ditekan maka Polygonal Lasso Tool akan berfungsi seperti Lasso Tool biasa. Contoh gambar hasil seleksi piramida diperkecil dan diletakkan pada sudut kanan bawah.

Magnetic Lasso Tool
Magnetic Lasso Tool penggunaanya cukup mudah, karena dengan tool ini seleksi gambar akan secara otomatis membuat garis seleksi pada gambar yang berwarna kontras.

Magic Wand Tool
Magic wand tool akan menyeleksi gambar yang memiliki warna sama.

Crop Tool
Crop tool digunakan untuk menghilangkan bagian yang tidak diseleksi. Contoh penggunaanya di sini digunakan untuk memperbaiki hasil scan yang miring.

Healing Brush Tool
Healing Brush Tool digunakan untuk memperbaiki gambar pada bagian tertentu. Aktifkan tool ini, kemudian tekan Alt + Klik pada objek pada bagian yang tidak berkeriput, kemudian klik pada bagian yang keriputnya ingin dihilangkan.

Spot Healing Brush Tool
Spot Healing Brush Tool digunakan untuk memperbaiki kerusakan gambar. Di sini Anda tidak perlu menentukan area yang akan digunakan sebagai patokan, karena akan secara otomatis terpilih dari area di sekitarnya. Misalnya digunakan untuk menghilangkan keretakan pada patung seperti pada gambar 2.10.
Tool ini merupakan tool baru pada Adobe Photoshop CS2 yang tidak ada pada versi sebelumnya.

Patch Tool
Patch Tool digunakan untuk memperbaiki gambar. Tool ini dibuat dengan cara membuat selection dengan mouse atau dengan menahan tombol ALT untuk menghasilkan bentuk poligonal. Selanjutnya drag ke daerah yang akan dijadikan patokan perbaikan.

Red Eye Tool
Red Eye Tool digunakan untuk memperbaiki warna merah pada mata.

Clone Stamp Tool
Clone Stamp Tool digunakan untuk membuat duplikat area pada gambar, atau yang disebut cloning. Tekan ALT pada objek yang akan dikloning, kemudian gunakan mouse pada area tempat objek baru mau diletakkan.

Background Eraser Tool
Tool ini digunakan untuk menghapus background yang memiliki kemiripan warna. Misalnya digunakan untuk menghapus background langit pada gambar kupu-kupu.

Magic Eraser Tool
Seperti Background Eraser Tool, tool ini akan menghapus area dengan warna sama, namun efeknya adalah ke seluruh gambar, bukan hanya area yang diklik.

Color Replacement Tool
Color Replacement Tool akan mengubah warna gambar tanpa mengubah bentuk dari gambar tersebut. Tool ini akan secara otomatis hanya mengubah area dengan warna sama menjadi warna lain yang dikehendaki.

Blur, Sharpen, dan Smugde Tool
Blur Tool digunakan untuk mengaburkan area. Misalnya digunakan untuk menghilangkan bintik-bintik pada wajah. Sharpen Tool merupakan kebalikan dari Blur Tool. Dengan Sharpen Tool, gambar akan menjadi lebih tajam. Smugde Tool digunakan untuk mengubah bentuk gambar dengan cara drag mouse.

Dogde, Burn, dan Sponge Tool
Dogde Tool digunakan untuk membuat area menjadi lebih terang. Burn Tool digunakan untuk mempergelap area. Spong Tool digunakan untuk mencerahkan (saturate) atau mengurangi warna (desaturate).

sumber:http://anugerahwardana.blogspot.com/2012/04/fungsi-fungsi-toolbar-pada-adobe.html

Kamis, 18 Oktober 2012

Membuat Style Tetesan Air

Langkah membuat efek tetesan air dengan Photoshop.

Langkah 1
Bukalah sebuah foto yang akan diberi efek tetesan air. Pada tutorial kali ini saya gunakan sebuah file punya windows yang namanya Blue hills ( biasanya ada di My Documents \ My Pictures ).



Langkah 2
pada file tersebut, buatlah sebuah seleksi dengan tool seleksi, misalnya Eliptical marque tool atau yang lain. Pada contoh tutorial kali ini, saya buat sebuah seleksi dengan bentuk oval (elips). Seleksinya tidak usah besar-besar, kecil aja.


Langkah 3
Setelah seleksinya jadi, buat sebuah layer baru. Dengan cara mengeklik icon New Layer di palet layer. Seperti gambar ilustrasi di bawah ini.


Langkah 4
Isi layer baru tadi dengan warna hitam seukuran seleksi tadi. Caranya dengan memilih menu Edit > Fill. Pada bagian Use pilihlah black.



Langkah 5
HIlangkan seleksinya, lakukan dengan memilih menu Select > Deselect

Langkah 6
Pada palet layer, aturlah agar fill opacity menjadi minimal.


Langkah 7
Pilih menu Layer > Layer style > Dropshadow
Buatlah pengaturannya seperti gambar dibawah ini. Jangan klik OK-nya dulu.


Langkah 8
Masih pada kotak dialog layer style, pilihlah Inner Shadow. Buat pengaturannya seperti dibawah ini. Jangan klik Ok dulu.


Langkah 9
Masih bertahan di kotak dialog layer style, pilihlah Inner Glow, lakukan seperti gambar dibawah ini.


Langkah 10
Pilih Bevel and Emboss, masih di kotak dialog layer style ini juga. Atur pengaturannya seperti gambar dibawah ini.


Langkah 11
Sekarang efek-efek ini akan kita simpan. Caranya dengan memilih mengeklik tombol New Style.


Kemudian saat muncul kotak dialog New Style, isikanlah nama yang Anda inginkan, misalnya dalam tutorial ini saya beri nama Tetesan Air, kemudian klik OK.

Setelah ini, silahkan diklik OK pada kotak dialog Layer Style (sebenarnya sejak langkah 7 – 9, bisa juga langsung di OK, namun akan lebih mudah jika baru sekarang ngeklik OK-nya).

Sekarang kita sudah mempunyai sebuah layer style yang siang digunakan untuk membuat efek tetesan air.

Untuk mencoba style ini, pada foto yang kita olah tadi, buatlah seleksi seperti dibawah ini. Seleksi ini dibuat dengan eliptical marque (sama seperti langkah ke-2). Namun jumlahnya kita buat banyak (pastikan Anda sambil menekan tombol Shift saat membuat seleksi ini).



Lakukan lagi langkah 3, 4, dan 5.

Setelah itu klik icon style Tetesan Air yang ada pada palet style.


Berikut ini gambar yang sudah kita beri efek tetesan air dengan Style-nya Photoshop.


Sekian terimakasih.

sumber: http://mazblend.wordpress.com/2009/02/22/membuat-style-tetesan-air/






Membuat efek bayangan pada photoshop

Berikut ini adalah efek untuk membuat efek bayangan dari sebuah obyek atau model gambar agar nampak seperti mempunyai bayangan di air.

Langkah Pembuatan Efek Bayangan di Air.

1. Buka foto/gambar yang akan diedit dengan Adobe Photoshop. Misalnya yang kita gunakan sebagai contoh adalah gambar orang ngganteng di bawah ini.



2. Duplikat layer yang akan diberi efek (bagusnya kalau ini layer background-nya, jadi kalau gambar ini bukan layer background, maka jadikan layer background, dengan cara Layer > Flatten Image, atau dengan cara yang lain).

3. Kemudian, buatlah agar gambar yang kita olah ini menjadi dua kali lipat tingginya ke arah bawah. Caranya dengan memilih menu Image > Canvas Size. Kemudian pilih satuannya menjadi percent, isi height dengan nilai 200. Klik posisi Anchor di sebelah atas tengah. Seperti gambar di bawah ini.



4. Munculkan seleksi pada layer hasil duplikat. Dengan cara: Ctrl + Klik pada gambar thumbnail layer di palet layer. Atau klik kanan pada thumbnail layer tersebut kemudian pilih Select Layer Transparency.

5. Pilih menu Filter > Distort > Polar Coordinate. Pastikan pilihan pada kotak dialog Polar Coordinate berada pada pilihan Rectangular to polar. Seperti pada gambar di bawah ini.


6. Pilih menu Filter > Distort > Zig Zag. Atur agar nilainya yang sebelah atas adalah -19 dan yang bawah adalah +12. Bisa dilihat pada gambar di bawah ini:



Nilai-nilai ini tidaklah baku, jadi Anda bisa memilih atau mengatur sesuka Anda. Eksperimen saja pada nilai-nilai ini, nanti hasilnya akan berlainan.

7. Pilih menu Filter > Distort > Polar Coordinate. Sekarang pilih pada pilihan Polar to Rectangular. Seperti gambar dibawah ini.


8. Hilangkan seleksi, dengan cara memilih menu Select > Deselect.

9. Ubah agar posisi gambar menjadi terbalik, dengan cara memilih menu Edit > Transform > Flip Vertical. Setelah terbalik ubahlah letak dan ukuran gambar tersebut
agar berada di sebelah bawah dari gambar aslinya, dan mungkin akan lebih bagus juga jika diberi prespektif dengan cara memilih menu Edit > Transform > Prespective. Tekan Enter jika sudah selesai, untuk menerapkan proses transform-nya.

10. Jika perlu, potong/hilangkan bagian gambar yang dirasa tidak perlu atau hingga di dapat bagian gambar yang lebih bagus dan diinginkan.

Bisa dilihat pada gambar hasil jadinya seperti di bawah ini.


Sekian terimakasih.

sumber: http://mazblend.wordpress.com/2009/04/09/membuat-efek-bayangan-dengan-photoshop/



Penggunaan levels untuk penyesuaian warna


Pada program Adobe Photoshop, terdapat sebuah fasilitas penyesuaian warna yaitu Levels. Mungkin ini adalah sebuah tool yang selalu kita lihat pertama kali, karena letak dari subsubmenu dari Image > Adjustment ini memang terletak di sebelah atas sendiri dari sekian banyaknya deretan pilihan penyesuaian warna.

Pada post kali ini akan coba saya bahas tentang Levels ini. Bagaimana cara penggunaan, dan apa maksud dari beberapa bagian dari kotak dialog Levels ini.

Untuk mencoba penggunaan Levels, cobalah buka sebuah gambar apa saja dengan Adobe Photoshop, bisa dengan versi 6, 7, CS, atau CS2. Semuanya mempunyai pilihan Levels ini. Kalau dengan Adobe Photoshop CS3, aku belum tahu karena belum sempat nginstal.

Mungkin ada diantara Anda yang sudah pernah mencoba / menggunakan Photoshop CS3 bisa memberikan sumbangan komentar, thanks.)

Kemudian pilihlah menu Image > Adjustment > Levels. Bisa juga dengan melakukan klik pada icon Add New Adjustment Layer pada sebelah bawah palet Layer, kemudian pilih Levels, jika Anda ingin menggunakan adjustment layer.

Gambar di bawah ini adalah gambar tampilan kotak dialog Levels.


A. Channel
Bagian ini digunakan untuk mengatur komponen warna sebelah mana yang akan diatur. Pilihan yang tersedia adalah RGB (Red, Green, dan Blue).

B. Titik Shadow (input)
Titik segitiga ini digunakan untuk mengatur agar bagian gambar yang berwarna gelap/hitam nampak semakin gelap.

C. Titik Midtone (input)
Titik segitiga ini digunakan untuk mengatur gamma, yaitu mengatur intensitas gelap terang gambar tanpa mempengaruhi kondisi titik paling gelap dan paling terang.

D. Titik Highlite (input)
Titik segitiga ini digunakan untuk mengatur agar bagian gambar yang berwarna terang/putih nampak semakin terang.

E. Titik paling gelap (output)
Titik ini digunakan untuk mengatur tingkat paling gelap/hitam pada gambar.

F. Titik paling terang (output)
Titik ini digunakan untuk mengatur tingkat paling terang/puitih pada gambar.

G. Eyedropper
Tiga tool ini digunakan untuk memilih bagian mana pada gambar yang Anda anggap merupakan bagian paling gelap, pertengahan, atau terang secara manual.

sumber: http://mbahdewo.com/2007/05/penggunaan-levels-untuk-penyesuaian-warna/

Penggunaan Efek Blur


Pada tutorial Photoshop kali ini saya membahas tentang beberapa contoh efek menggunakan filter blur. Filter ini sudah ada sejak Photoshop zaman Majapahit versi lama. Secara umum efek ini bisa digunakan untuk membuat sebuah gambar nampak kabur, sehingga kelihatan tidak jelas. Bisa juga untuk memberikan kesan obyek yang bergerak dengan cepat, atau untuk membuat sebuah model foto nampak lebih fokus.

Sebagai contohnya, berikut ini kita akan menerapkan beberapa macam filter Blur pada sebuah foto.

Langkah 1
Bukalah sebuah foto dengan seorang atau lebih model foto. Foto yang saya gunakan ini kalau tidak salah dari acara Tolak banned di Kaliurang dulu.




Langkah 2
Pisahkan dulu gambar model dari background dalam sebuah layer yang lain. Caranya dengan membuat seleksi pada model kemudian Edit > Copy dan Edit > Paste pada file itu juga. Secara alternatif bisa juga dengan melakukan Ctrl + J setelah gambar diseleksi.


Apabila pada gambar model tersebut terdapat bagian rambut yang diseleksi, saya sarankan untuk menggunakan channel dan layer mask untuk menyeleksinya. Tentang seleksi dengan tehnik ini bisa dibaca pada Seleksi dengan Layer Mask dan Seleksi dengan Channel.

Langkah 3
Setelah gambar model berada pada layer yang terpisah, sekarang aktifkan / pilih layer background. Layer background ini yang akan kita beri efek blur.




Langkah 4
Pilihlah menu Filter > Blur > ..
Dari pilihan menu blur tersebut, pilihlah salah satu. Jumlah dan jenis efek blur yang tersedia disini bervariasi sesuai dengan versi Photoshop yang digunakan. Pada Photoshop versi baru jumlahnya semakin banyak dibanding versi-versi sebelumnya.

Berikut ini adalah filter blur yang seringkali saya gunakan, misalnya:
Gaussian blur
Dengan filter blur ini kita akan bisa membuat gambar model nampak lebih fokus daripada gambar latar belakangnya. Nilai radius bisa diubah-ubah untuk menentukan tingkat kekaburan gambar.


Contoh gambar dengan Gaussian Blur



Radial Blur
Filter blur ini mempunyai dua pilihan, yaitu Spin dan Zoom. Spin digunakan untuk membuat efek kabur dengan bentuk putaran. Sedangkan Zoom digunakan untuk membuat efek kabur dengan arah dari tengah ke tepi. Tingkat kekaburan gambar bisa diatur dengan mengubah nilai pada Amount.


Contoh gambar dengan Radial Blur > Spin


Contoh gambar dengan Radial Blur > Zoom


Selain hanya digunakan untuk membuat kesan kabur, efek blur bisa dikombinasikan lagi dengan penggunaan layer blending yang berbeda-beda untuk membuat efek lain yang lebih menarik. Tinggal kita eksplorasi lebih lanjut kemampuan program Adobe Photoshop ini.

Pada tutorial photoshop berikutnya kita coba menerapkan efek blur lagi, tetapi hanya pada sebagian dari gambar saja.

sumber: http://mbahdewo.com/2008/10/penggunaan-efek-blur/




Rabu, 17 Oktober 2012

Memahami photoshop CS3


Layout Photoshop
Secara garis besar layout photoshop atau tampilan software adobe photoshop cs3 dapat kita bagi menjadi 5 bagian utama, yang mana kelima bagian utama inilah nantinya yang akan sering kita pergunakan untuk bekerja di lingkungan Photoshop.


5 bagian utama di photoshop :
Menu Bar
Option Bar
Tool Box
Kumpulan Pallete
Kanvas Kerja

Menu Bar



Disini saya mengambil contoh Layout Photoshop default dari Adobe Photoshop CS3. Walaupun saat ini Adobe Systems Incorporated telah meluncurkan versi CS5 yang kaya akan fitur serta kemudahan dalam mengolah gambar digital akan tetapi versi CS3 masih tetap menjadi favorite untuk sebagian pengguna Adobe Photoshop alasan nya karna Adobe Photoshop CS3 dapat bekerja maksimal pada komputer atau laptop yang tidak memiliki spesifikasi tinggi

di dalam menu bar terdapat 9 menu utama yang di dalam menu utama ini terdapat lagi sub-sub menu yang dikelompokkan berdasarkan fungsi dan kegunaan nya masing-masing, secara berurutan menu-menu utama dalam menu bar Adobe Photoshop CS3 adalah : File, Edit, Image, Layer, Select, Filter, View, Windows, dan Help.

9 Menu Utama dalam Menu Bar
File
berisi sub menu untuk membuka, menutup, menyimpan dan bahkan export
Edit
Undo dan Redo adalah salah satu fungsi yang terdapat pada menu ini
Image
fungsi untuk kebutuhan editing gambar terdapat pada menu ini
Layer
menu untuk memanagement layer di dalam kanvas kerja Photoshop
Select
berisi fungsi-fungsi untuk mengatur seleksi
Filter
kumpulan sub menu di dalamnya digunakan untuk menciptakan efek-efek tertentu pada sebuah foto
View
Pengaturan kanvas kerja diatur pada menu view, baik itu zoom in, zoom out bahkan garis rulers
Windows
dipergunakan untuk menampilkan atau menyembunyikan Pallete dan komponen photoshop
Help
Dipergunakan untuk menampilakan bantuan penggunaan Adobe Photoshop

Option Bar


Secara Default letak atau posisi dari option Bar terdapat tepat dibawah Menu Bar Photoshop, opsi-opsi dari option bar ini akan selalu berubah-ubah sesuai dengan tool apa yang sedang kita gunakan, semisal pada saat kita mengaktifkan brush tool maka opsi pada option bar akan berisi pengaturan diameter dan ketebalan brush, kemudian kita juga dapat mengatur blending mode untuk brush, terdapat pula pilihan Opacity dan juga Flow, beda halnya saat kita mengaktifkan Crop Tool, maka option bar akan berisi berapa lebar serta panjang Crop yang akan kita lakukan, juga dapat pula kita input resolusi foto secara otomatis saat kita melakukan cropping. dibawah ini adalah contoh opsi dari option bar saat brush tool di aktifkan dan opsi yang tampil saat crop tool di aktifkan


Tool Box

Dalam bahasa yang sederhana Tool Box adalah sekumpulan alat-alat yang dipergunakan dalam mengolah gambar digital, dan masing-masing alat ini memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda berdasarkan pengelompokannya. Tepat disebelah kiri dalam layout photoshop cs3 default akan kita lihat sekumpulan alat-alat yang nantinya akan kita pergunakan untuk kebutuhan pengolahan gambar, pada bagian atas dari tool box kita akan menemui kelompok alat yang dapat kita pergunakan untuk kebutuhan seleksi gambar, kemudian bagian selanjutnya tepat dibawah kelompok seleksi terdapat alat yang dapat kita pergunakan untuk melakukan cropping, lalu terdapat pula kumpulan alat untuk melakukan retouching, painting dan drawing, yang terakhir terdapat dibagian paling bawah dari tool box adalah alat-alat bantu yang menunjang kita dalam mengolah gambar.

Kumpulan Pallete Photoshop


Bilah sebelah kanan dari Layout Photoshop akan diisi oleh Pallete-Pallete yang telah di kelompokkan berdasarkan fungsi dan kegunaan nya, secara default bilah sebelah kanan dari ruang kerja dari Adobe Photoshop CS3 akan diisi oleh Pallete Navigator, Histogram dan Info pada bilah kedua terdapat pallete Color, Swatches, dan Style. kemudian bilah paling bawah terdapat Pallete Layers, Channel dan Paths.
Tiap-tiap Pallete yang tampil dalam Layout Photoshop dapat kita sesuaikan ukuran dari pallete tersebut, dapat pula kita hilangkan seandainya pallete tersebut jarang kita pergunakan, atau bila suatu saat kita perlukan kita pun dapat memunculkan nya kembali pada menu bar : View – Windows

Kanvas Kerja Photoshop


Di Area inilah tempat kita melakukan olah digital, semua pengetahuan kita tentang tool photoshop akan dapat kita pergunakan pada kanvas kerja, pallete-pallete photoshop yang telah sebelumnya kita pelajari akan sangat berguna saat kita telah mulai melakukan edit foto pada kanvas kerja, pallete layer akan selalu mejadi pendamping anda dalam bekerja di photoshop, begitupun dengan pallete history yang akan membuat kemudahan dalam kita mengorganisir langkah-langkah apa yang telah kita kerjakan pada kanvas kerja, untuk melakukan edit foto dengan cepat, pallete action wajib dipelajari lebih dalam.

sumber: http://www.photoshopid.com/2012/03/memahami-layout-photoshop-cs3.html




Cara membuat tatto dengan photoshop

tahap pertama kita buka photo yang mau di edit dengan photoshop.

tahap kedua buka file tattoo, kita bisa cari gambar tattoo dengan search mbah google atau saya kasih beberapa contoh gambar tatto dan tipe filenya harus png.








tahap ketiga move Tool (V), masukkan tattoo ke photo.

tahap keempat untuk mengatur posisi tattoo klik edit kemudian transform dan selanjutnya warp kalau sudah merasa pas baru tekan.

tahap kelima tattoo atau pada layer tattoo masih aktif, kemudian set the blending mode menjadi Multiply.

dan tahap terakhir ubah opacity nya sampai pas pada objeck tersebut misalkan 50%.

ini contoh gambar yg sudah jadi:


sekian dan terimakasih.